Catur Media - Caturharjo Kamis Legi (18/6/2026) bertempat di Serambi Masjid Bogem, Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, masyarakat Padukuhan Bogem menggelar kegiatan doa bersama dan tirakat dalam rangka menyambut Malam 1 Suro pada Senin Pon (15/6). Kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat tersebut diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga para sesepuh kampung yang hadir untuk memanjatkan doa dan harapan menyambut datangnya Tahun Baru Jawa.
![]() |
| Warga Bogem Gelar Doa Bersama dan Tirakat Malam 1 Suro |
![]() |
| Warga Bogem Gelar Doa Bersama dan Tirakat Malam 1 Suro |
![]() |
| Warga Bogem Gelar Doa Bersama dan Tirakat Malam 1 Suro |
Malam 1 Suro merupakan momen yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat Jawa. Selain menandai pergantian tahun dalam penanggalan Jawa, malam ini juga menjadi waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi diri, memperbanyak doa, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh karena itu, tradisi doa bersama dan tirakat masih terus dilestarikan oleh warga Padukuhan Bogem sebagai bentuk rasa syukur sekaligus permohonan agar diberikan keselamatan, kesehatan, dan keberkahan dalam menjalani kehidupan di tahun yang akan datang.
Sejak usai salat Isya, warga mulai berdatangan ke Serambi Masjid Bogem. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan begitu terasa ketika masyarakat berkumpul dalam satu majelis. Dengan penuh ketenangan dan kekhusyukan, seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, dzikir, serta doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat.
Dalam kesempatan tersebut, para jamaah diajak untuk merenungkan perjalanan hidup selama satu tahun terakhir. Berbagai keberhasilan yang telah dicapai menjadi alasan untuk bersyukur, sementara berbagai kekurangan dijadikan bahan evaluasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa mendatang. Momentum pergantian tahun Jawa ini dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat keimanan sekaligus mempererat hubungan antarwarga.
Selain memiliki nilai spiritual, kegiatan doa bersama dan tirakat Malam 1 Suro juga menjadi media memperkokoh persatuan dan kerukunan masyarakat. Kehadiran warga dari berbagai kalangan menunjukkan kuatnya rasa kebersamaan yang masih terjaga di Padukuhan Bogem. Semangat gotong royong, saling menghormati, dan menjaga tali silaturahmi menjadi nilai penting yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Bagi masyarakat Bogem, tradisi Malam 1 Suro bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan bagian dari upaya melestarikan budaya yang sarat nilai positif. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa kehidupan harus dijalani dengan penuh rasa syukur, kerendahan hati, dan semangat untuk terus memperbaiki diri. Dengan tetap berpegang pada nilai-nilai agama dan budaya yang baik, masyarakat berharap dapat menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan lebih bijaksana.
Kegiatan doa bersama dan tirakat berlangsung dengan lancar hingga larut malam. Warga mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh kekhusyukan dan harapan. Melalui doa yang dipanjatkan bersama, masyarakat Padukuhan Bogem berharap Tahun Baru Jawa membawa kedamaian, kemakmuran, serta keberkahan bagi seluruh warga dan lingkungan sekitar.
Semangat kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa tradisi dan nilai-nilai luhur masih hidup di tengah masyarakat. Dengan menjadikan Malam 1 Suro sebagai momentum refleksi dan penguatan spiritual, warga Padukuhan Bogem terus menjaga warisan budaya sekaligus mempererat persaudaraan demi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis, religius, dan penuh keberkahan..
.jpeg)


0 Komentar