Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Tradisi Ruwahan Padukuhan Tunjungan Caturharjo Pandak Bantul

Catur Media - Caturharjo Selasa Pon (10/2/2026) bertempat di Makam Tunjungan Caturharjo Pandak Bantul, telah dilaksanakan tradisi Ruwahan Pada Ahad Legi (8/2).

Gelar tradisi Ruwah'an/ nyadran Pedukuhan Tundjungan. Ruwah adalah bulan penanggalan djawa. Atau bulan ke 7 (sasi djowo). Dalam penggalan Hijriyah (tahun Islam) disebut Sya'ban. Amalan di bulan Sya'ban adalah syari'at, sedang laku di bulan Ruwah tjenderung disebut tradisi bisa djuga budaya. Syari'at amalan di bulan Sya'ban al :

1. Perbanyak tawasul : memperbanyak pendekatan diri kepada Alloh utk memohon pertolongan serta minta ampunan.

2. Diutamakan hari Senen dan Kamis di bulan Sya'ban utk berpuasa karena Malaikat setiap hari Senen dan Kamis melaporkan amal perbuatan manusia kepada Alloh SWT, jadi ketika Malaikat melaporkan amal ibadah manusia pada bulan Sya'ban di hari Senen dan Kamis, manusia dalam keadaan puasa dan Malaikat memohonkan manusia kepada Alloh utk dibangunkan rumah di surga.

3. Disunahkan berpuasa pada bulan Sya'ban khususnya di tgl nishfu Sya'ban, karena dosa manusia sebesar apapun akan diampuni Alloh.


Ini yg dinamakan syari'at bukan tradisi.

Sedangkan bulan Ruwah (penanggalan djawa) adalah sebuah perilaku yang dihubungkan dengan kata arwah /ruh (dlm bahasa arab) , orang djawa menyebut Ruwah , atau ada yg menyebut bulan ruh . Maka tidak aneh orang djawa di bulan Ruwah indentik dgn bulan ziarah kubur, karena tradisi tersebut diyakini telah terdjadi komunikasi antara orang yg masih hidup dan yg sudah mati, meskipun hanya lewat doa. Maka Kandjeng Sunan Kalijaga hati hati sekali dalam menerapkan tradisi tersebut karena tidak menutup bisa menimbulkan kemusyrikan, sbb bisa djadi ora yg berziarah malah meminta pada yg sudah mati., seperti dulu yg dikawatirkan Rosulullah Saw, sekalipun akhirnya ziarah kubur djustru dianjurkan Rosulullah karena org yg berziarah biar mengingat kematian. Kuntu Nahaitukum 'an ziyaratil qubur fazuruha


Maka di bulan Ruwah orang Islam baik yg mengerti syari'at masih menganggap lazim apa yg dilakukan dan diperbuat perilaku orang Islam di bulan Ruwah. Maka bulan Ruwah hampir pasti orang djawa bila mengadakan ritual biasanya identik dengan kauniyah yg pasti ada,  seperti :

1. Kolak ( dlm bhsa arab qola) = bitjara.

2. Ketan (dlm bahasa arab khothoan) = kesalahan.

3. Apem ( ' afuwun) = ampunan.

Jadi arti dari ketan, apem kolak  : " kesalahan yang diperbuat manusia akan diampuni bila mengutjapkan kalimat ampunan, biasanya dgn doa : takbir, tahmid, tahlil dan dzikir.


Selanjutnya ada kauniyah : 

4. Pisang : dlm arti djawa fanatik sbg sarana kirim doa kpd Nabi Adam & Siti hawa sebagai pepakem bandjaran nenek moyang manusia di muka bumi.

5. Pisang dlm bahasa sasmito / gegambaran adalah Pintaning Ngagesang yg telah ditulis pada setiap takdir manusia.

6. Sekar Gondo Arum (terdiri dari : kenongo, melati dan kanthil) . Arti ketiga kembang :

* Kenongo : keno ngono keno ngene , tegese : orang yg mendoakan org yg sudah mati, bisa dgn tjaranya sendiri , tetapi djangan lupa , ada kembang :

* Melati : Melat ing ati , dlm mendoakan org yg sudah mati hati hrs nyawidji dgn akal dan pikiran, sekalipun kirim doa pakai sarana kembang, tapi hati jangan lupa ada kembang kanthil 

* Arti kanthil , atine ming kumanthil pada kawelasane Pengeran dalam memintakan ampunan, dadi odjo nganti meminta selain kpd Alloh. Bentuk kemusyrikan bukan pada wudjud kembang tetapi terletak dlm hati.

landjutan >>>> Sekul sutji ulam sari (wuduk) :

* Wuduk : terdjemahan mengambil dari bahasa arab  tawadzuk = senantiasa lebih mendekatkan diri dan berpasrah dengan pengharapan kita kepada Alloh. Djadi  kata wuduk mengadopsi dari kata bhs arab tawadzuk. (arti penyesuaian agar semata mata tidak ada pemahaman kemusyrikan).

* Arti : wuduk dipahami sebagai pengertian laku djawa (deles) adalah : untuk wasilah/ lantaran nyenyuwun keberkahan atas sholawat kepada Nabi Muhammad Saw sebagai wudjud bekti kpd Rosulullah agar mendapatkan syafaatnya. 

* Selain itu wuduk djuga dimaknai arti untuk kirim doa kepada Khulafaur Rasyidin Abubakar, Umar bin Khattab, Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib.


* Lalapan : biasanya terbuat dari djengkol, kol (kobis) , katjang katjangan dan tjabai. Hal itu menggambarkan perdjalanan hidup manusia yg berbeda beda . Maka lalapan itu terdiri rasa pedas, langu, tawar gurih itu sebagai perwujudan lakon wong urip yg berhubungan dgn masalahnya masing masing. (arti harfiah yg lazim tdk berhubungan dengan kemusyrikan)

Tradisi Ruwahan Padukuhan Tunjungan Caturharjo Pandak


* Lalapan dlm arti djawa deles (kuno) sebagai laku tolak bala' dari gangguan jin, setan, peri perayangan agar manusia selamat dlm mendjalani kehidupan lepas dari gangguan makhluk halus.



Ambengan : (terbuat dari nasi putih dan beberapa lauk pauk yg diwadahi dlm baskom ketjil (besi) . Arti ambengan : dari bahasa kepambeng (tangunggan hak kwadjiban). Orang yg kehilangan anggota keluarga (meninggal) punya kwadjiban utk mengurus uborampe ketika pemakaman. Uborampe itu biasanya berupa : kain kafan , peti mati, glogor, pengeret dan maidjan . Beberapa hal itu harus segera  diselesaikan oleh ahli waris yg mempunyai kewadjiban ketika si mayat selesai dimakamkan atau diurug/ ditimbun tanah agar si mayat kembali menghadap Sang Pentjipta dgn napsu muth'mainah / ketentraman (Sukardo) dan dijauhkan dari 3 (tiga) djenis napsu , al: napsu Angkoro (amarah) , Anurogo (aluamah/ketamakan dunia) dan napsu Ludro (sufiyah/ maksiyat).



Posting Komentar

0 Komentar